Thursday, January 12, 2017

5 DOSA BESAR DALAM AGAMA ISLAM






1. Syirik

Syirik adalah perbuatan menyembah atau menyekutukan sesuatu selain Allah dan perbuatan ini adalah dosa besar. Syirik adalah perbuatan dosa yang tidak dapat diampuni oleh Allah. Syirik dapat dikategorikan menjadi syirik kecil dan syirik besar. Pelaku syirik besar akan kekal dan tidak akan pernah keluar dari neraka walaupun orang tersebut adalah ahli ibadah. Orang tersebut harus bertaubat dan tidak mengulanginya agar dosanya diampuni oleh Allah. Contoh dari syirik adalah: Menyembah sesuatu selain Allah, Mempersekutukan Allah, dan Mempertuhankan Manusia. Firman Allah:

“Maka apakah orang kafir (musyrik) menyangka bahawa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir(musyrik)” [Qs Al Kahfi:102].

“Tidak pantas bagi nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada Allah bagiorang-orang musrik. Sekalipun orang-orang musrik itu kaum kerabatnya. Setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musrik itu penghuni neraka Jahannam” [Qs At Taubah:113].

Sabda Rasulullah:
“Sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kamu sekalian ialah syrik yang paling kecil. Ketika Nabi SAW ditanya, “Apa syrik kecil itu?”, Nabi SAW bersabda ”Ri’yak”

Imam Muslim meriwayatkan, yang datangnya dari Nabi SAW baginda bersabda, ”Barangsiapa yang menjumpai Allah (meninggal dunia) dalam keadaan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun, dimasuk syurga dan barangsiapa menjumpai Allah keadaan mempersekutukanNya dengan sesuatu, dia masuk neraka”

2. Durhaka kepada kedua orang tua

Durhaka kepada kedua orang tua diposisikan sebagai dosa besar setelah syirik. Yang demikian itu karena perintah untuk berbuat baik kepada orang tua sering diiringkan dan diletakkan setelah perintah untuk beribadah dan mengesakan ibadahnya tersebut kepada Allah. Ini menunjukkan besarnya hak orang tua untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anak-anaknya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (artinya):

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, dan orang-orang miskin, tengaga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” (An Nisa’: 36).
Begitu mulianya orang tua di mata Allah, sampai-sampai hak orang tua sangatlah besar. Kita dituntut untuk merendahkan suara kita dan menjaga ucapan kita agar tidak sampai menyinggung hati orang tua kita. Allah berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” [Al-Israa' : 23].

Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya : "Cis, bagi kamu keduanya, apakah kamu memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal telah berlalu beberapa ummat sebelumku ?". Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan : "Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata : "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu". Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (adzab) atas mereka bersama ummat-ummat yang telah berlalu sebelumnya dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi. [Al-Ahqaf : 17-18]

3. Dusta
Dusta adalah mengabarkan sesuatu yang menyelisihi kenyataannya, baik sengaja atau tidak sengaja. Orang yang berbohong dengan tidak sengaja, maka tidak berdosa, akan tetapi ia akan berdosa apabila melakukannya dengan sengaja. Dusta merupakan perbuatan zalim, dan Allah mengancam tidak akan memberikan petunjuk bagi pendusta.

“Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang dan katakanlah apakah yang diharamkan dua yang jantan atau yang betina, atau yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu. Siapakah yang lebih dzalim dari pada orang-orang yang mengadakan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Allah tidakakan memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim” (Al-An’aam: 144).

“Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Al-An’aam: 144)

Terdapat banyak sekali dalil tentang larangan berbuat dusta yang tercantum di dalam Al quran, kita dituntut untuk menjaga lidah kita dari ucapan dusta. Dan jangan sekali-kali kita mengucapkan kebohongan atas nama Allah dan RasulNya. Firman Allah:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (An-Nahl: 116).

4. Murtad
Allah sangat murka terhadap orang-orang murtad dan melakukannya dengan kesadaran, namun jika kemurtad annya Karena dipaksa dan dia masih beriman kepada Allah, dia tidak mendapatkan kemurkaanNya. Firman Allah:

Barang siapa yang kafir kepada Allâh setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allâh), kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allâh menimpanya dan baginya adzab yang besar [an-Nahl/16:106]

Sebanyak apapun ibadah seseorang, tidak akan pernah bermanfaat bagi pelakunya, bahkan berguguran tanpa ada hasil yang bisa dipetik, apabila di kemudian hari dia kufur kepada Allâh. Dan tempat kembalinya adalah neraka kekal abadi di dalamnya, jika mati dalam kekufuran. Allâh berfirman:

“Barang siapa murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya [al-Baqarah/2:217]”.

5. Zina
Kita sebagai umat Islam dilarang untuk mendekati apalagi sampai melakukan zina. Allah sendirimelarang perbuatan zina dalam firmannya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; zina itu sungguh merupakan perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk “[QS Al Isra' 17:32].

“Katakanlah Muhammad Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui" [QS Al A'raaf 7:33].
Dalam hukum Islam, apabila terdapat laki-laki dan perempuan yang melakukan zina. Baik bagi laki-laki atau perempuan wajib dilakukan dera padanya, masing-masing 100 dera. Firman Allah:

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman [QS An Nuur 24:2]”.


No comments:

Post a Comment